Rangkuman Materi PAI Kelas 11 Bab 10
Muhammad Iqbal
Muhammad Iqbal (1876-1938) berasal dari keluarga golongan menengah di Punjab, India. Ia belajar di Lahore hingga memperoleh gelar kesarjanaan tingkat magister (M.A.).
Dua tahun kemudian Iqbal pindah ke Munich, Jerman dan memperoleh gelar doktor (Ph.D.) dalam bidang tasawuf.
Pada tahun 1908 Iqbal kembali ke Lahore dan menekuni profesi sebagai pengacara dan dosen filsafat.
Pada tahun 1930, Iqbal dipilih menjadi Presiden Liga Muslimin.
Pada tahun 1933, ia diundang ke Afghanistan untuk membicarakan pembentukan Universitas Kabul.
Pemikiran Iqbal mengenai kemunduran dan kemajuan umat Islam antaralain:
- Ijtihad mempunyai kedudukan penting dalam pembaruan Islam.
- Umat Islam perlu mengembangkan sikap dinamis.
- Kemunduran umat Islam disebabkan oleh kebekuan dan kebuntuan (kejumudan) dalam berpikir.
- Hukum Islam tidak bersifat statis, tetapi dapat berkembang sesuai perkembangan zaman.
- Umat Islam harus menguasai sains dan teknologi yang dimiliki Barat.
- Perhatian berlebihan umat Islam terhadap kehidupan yang bersifat zuhud telah menyebabkan kurangnya perhatian terhadap masalah-masalah keduniaan dan sosial kemasyarakatan.
