1. Jendral Sudirman

 

Jendral Sudirman adalah nama yang tidak asing lagi di kalangan Tentara Nasional Indonesia bahkan seluruh Indonesia karena kegigihannya memimpin pasukan gerilya walupun dalam keadaan sakit. Beliau pada usia 31 tahun diangkat menjadi Jendral Besar TNI Anumerta Sudirman tepatnya pada tanggal 18 Desember 1948.

Setelah pengangkatan tersebut dilakukan, ada serangan yang terkenal yaitu Agresi Militer Belanda II dengan tujuan menguasai kota Yogyakarta pada tanggal 19 Desember 1948 dan usaha yang dilakukan oleh pahlawan nasional Jenderal Sudirman adalah dengan nama perang gerilya.

Selain perang gerilya, beliau juga menjadi komando atas serangan yang dilakukan kepada belanda di Yogyakarta tanggal 1 maret 1949 yang dipimpin oleh Kolonel Soeharto. Jendral Sudirman wafat pada tahun berikutnya pada umur 34 tahun tepatnya pada tanggal 29 Januari 1950.

2. Tan Malaka

Pahlawan nasional Indonesia yang namanya Tan Malaka dan lahir pada tanggal 2 Juni 1897 di Nagari Pandam Gadang, Siliki Sumatra Barat ini adalah pendiri Partai Murba, Pemimpin Partai Komunis Indonesia dan aktivis kemerdekaan. Beliau mendapatkan gelar pahlawan nasional Indonesia pada tanggal 28 Maret 1963.

Nama aslinya adalah Ibrahim, sedangkan nama lengkapnya adalah Ibrahim Gelar Datuk Sutan Malaka dan lahir di Ngari Pandan Gadang, Suliki, Lima Puluh Kota, Sumatra Barat. Kemudian nama Tan Malaka adalah nama semi bangsawan dari garis ibunya.

3. Idham Chalid

Idham Chalid adalah seseorang yang sangat cemerlang pada karirnya dan terkenal sebagai tokoh besar pada zaman orde lama dan baru serta memimpin ormas yang berdiri pada tahun 1926 pada saat beliau masih umur belia dan menjabat paling lama.

Pahlawan nasional Indonesia ini dilahirkan di Satui Kalimantan Selatan pada tanggal 27 Agustus 1921 dan wafat pada umur 88 tahun, tepatnya pada tanggal 11 Juli 2010.

4. Sultan Mahmud Baharuddin

Nama asli dari pahlawan nasional Indonesia ini adalah Raden Hasan Pangeran Ratu yang menggantikan ayahnya Sultan Muhammad Bahaudin pada tahun 1776 – 1803. Sultan Mahmud Baharuddin memimpin selama dua pereode yaitu 1803 – 1821 pada kesultanan Palembang Darussalam.

Perlawanan yang dilakukan pada masanya adalah melawan Inggris dan pernah memimpin langsung pada pertempuran Perang Menteng. Karena setelah ditemukannya timah di Bangka, kota sekitarnya termasuk palembang menjadi incaran dan pada tanggal 14 Mei 1811 Sultan Mahmud Baharuddin berhasil merebutnya.

Sultan Mahmud Baharuddin bersama keluarganya diasingkan ke Ternate dengan menaiki kapal Dageerad jurusan Batavia sampai wafat pada tanggal 26 September 1852.

5. Cut Nyak Dhien

Pahlawan nasional wanita Indonesia yang dilahirkan di Lampadag kerajaan Aceh pada tahun 1884 ini sangat terkenal dalam perjuangannya dalam melawan penjajah yaitu Belanda. Beliau mempunyai suami yang juga termasuk pahlawan nasional Indonesia bernama Teuku Umar yang gugur dalam pertempuran tanggal 11 januari tahun 1899.

Sebelum tertangkap, Cut Nyak Dhien aktif bergabung dengan para pejuang Aceh melawan penjajah dan namanya diabadikan menjadi nama Bandar Udara Cut Nyak Dhien Nagan Raya di Meulaboh. Beliau wafat di Sumedang Jawa Barat pada tanggal 6 November tahun 1908 dan dimakamkan di sana.

6. Sultan Hassanudin

 

Sultan Hasanudin adalah seorang pahlawan nasional Indonesia yang lahir pada tanggal 12 Januari 1631 di Makasar, Sulawesi Selatan dan merupakan penguasa kerajaan Islam Gowa yang memilih untuk melawan VOC dan kebijakannya tentang monopoli perdagangan sejak masa kepemimpinan sebelumnya yaitu Alaudin.

Pada usia yang tergolong masih muda, Sultan hasanudin meninggal dunia yaitu ketika umur 39 tahun tepatnya pada tanggal 12 Juni 1670 di Makasar Sulawesi Selatan.

7. Cut Mutia

Pahlawan nasional Indonesia yang bernama Cut Mutia ini adalah pahlawan wanita yang berasal dari Aceh selain Cut Nyak Dien. Beliau berjuang melawan Belanda bersama suaminya Teuku Muhammad atau Teuku Tjik Tunong kemudian wafat dan menikah lagi dengan Pang Nangroe sesuai dengan wasiat suaminya.

Cut mutia lahir di Keureutoe, Pirak, Aceh Utara pada tahun 1870 dan wafat pada sebuah pertempuran di Paya Cicem tanggal 24 Oktober 1910. Untuk mengenang jasa-jasanya, fotonya diabadikan di uang rupiah selain mendapatkan gelar pahlawan nasional.

8. Soekarno

Hampir semua rakyat Indonesia mengenal dengan sosok pahlawan nasional yang merupakan presiden pertama Republik Indonesia periode 1945- 1466 yaitu Ir. Soekarno yang lahir pada tanggal 6 Juni 1901 di Surabaya. Selain itu, beliau juga dikenal sebagai bapak proklamator Indonesia bersama Muh Hatta.

Jasa yang diberikan kepada Indonesia cukup banyak, diantaranya adalah sebagai presiden pertama Republik Indonesia, bapak proklamator, pencetus dasar negara Indonesia yaitu Pancasila dan politikus ulung yang menguasai delapan bahasa dan terkenal juga dengan kecerdasannya yang menghembuskan nafas terakhirnya umur 77 tahun pada tanggal 14 Maret 1980.

9. As’ad Syamsul

Selain pahlawan nasional, beliau adalah tokoh Nahdlatul Ulama yang nama lengkapnya K.H.R As’ad Syamsul Arifin. As’ad Syamsul dilahirkan di kota Makkah pada tahun 1897 dan wafat di Situbondo jawa Timur tepat di usia 93 tahun pada tanggal 4 Agustus 1990.

Beliau adalah pimpinan pondok pesantren Salafiyah Syafi’iyah di Desa Sukorejo Kecamatan Asembagus Kabupaten Situbondo Jawa Timur dan jabatan terakhir di Nahdlatul Ulama samapi akhir hayat beliau adalah sebagai Dewan Penasehat (musytasar).

Penyampai isyaroh yang menjadi cikal bakal berdirinya NU yang berupa tongkat disertai dengan Ayat Al-Qur’an dan Kholil Al-Bangkalani untuk Hasyim Asy’ari adalah ulama yang mendapat gelar pahlawan nasional ini juga yaitu K.H.R As’ad Syamsul Arifin.

10. Pattimura

Thomas Matulessy adalah nama aslinya yang lahir di Maluku pada tanggal 8 Juni 1783 dan sering dipanggil sebagai Kapitan Pattimura. Perang yang pernah dipimpinnya adalah perang yang terjadi pada tahun 1817 dan perang yang sangat terkenal disebut dengan perang Pattimura.

Pahlawan nasional Indonesia ini mampu membuat rakyat Ternate dan Tidore bersatu melawan VOC. Pengalamannya tentang strategi perang yang dimilikinya cukup mumpuni karena pernah menjadi Sersan di Militer Inggris dan diangkat menjadi Kapiten Pattimura pada tanggal 16 Mei 1817 yang membuatnya menjadi orang yang gigih melawan Belanda.

11. Ahmad Yani

Pahlawan nasional Indonesia ini mempunyai perjalanan yang cukup panjang sampai beliau mendapatkan posisi tertinggi di karirnya. Ahmad Yani dilahirkan di Jenar Purworejo Jawa tengah tanggal 19 Juni 1922 yang semua anggota dari keluarga Ahmad Yani ini bekerja di pabrik gula milik Belanda.

Pada tahun 1927 pindah ke Batavia, tahun 1940 menjalani wajib militer Belanda, tahun 1942 pindah ke Jawa Tengah, tahun 1943 bergabung dengan PETA dan menjadi Komandan Pleton yang membuatnya pindah tugas ke Bogor Jawa Barat. Setelah itu kembali lagi ke Magelang untuk menjadi Instruktur sampai akhirnya menjadi korban peristiwa pada tahun 1965.

12. Pangeran Diponegoro

 

Pahlawan nasional Indonesia ini juga sangat terkenal akan kegigihannya dalam melawan Belanda pada rentang tahun 1825 – 1830 dan merupakan keluarga keraton Yogyakarta. Pangeran Diponegoro adalah putra yang pertama dari sultan Hamengkubuwana III.

Pahlawan yang dilahirkan di Yogyakarta pada tanggal 25 November 1785 dan wafat di Makasar pada tanggal 8 Januari 1855 ini mendapatkan penghormatan sebagai pahlawan nasional Indonesia pada tanggal 6 November 1973.

13. John Lie

John Lie dilahirkan dari kalangan keluarga Tionghoa di Menado pada tanggal 9 Maret 1911 dan menjadi mualim di kapal Belanda Koninklijke Pakertvaart Maatchappij atau KPM yang kemudian bergabung dengan ALRI ketika beliau bertugas di Cilacap Jawa Barat.

Perjuangan yang dilakukan oleh pahlawan nasional Indonesia ini adalah membersihkan ranjau Jepang yang ditujukan ke sekutu, menembus blockade Angkatan Laut Belanda menggunakan kapal motor di selat Malaka dan menembus sekitar 15 kali lainnya.

Selain terkenal dalam menembus blockade laut Belanda, John Lie pernah berjasa besar dalam pemasokan senjata, obat-obatan dan amunisi kepada pejuang yang ada di Sumatra pada tahun 1947-194.

14. Pangeran Antasari

Pahlawan nasional yang bernama Pangeran Antasari ini adalah seseorang yang mempunyai nama kecil Gusti Inu Kartapati dan berasal dari Banjar Kalimantan Selatan. Beliau dilahirkan di Banjar sebagai pewaris kerajaan Banjar pada tahun 1797.

Pangeran Antasari dinobatkan menjadi Sultan Banjar pada tanggal 16 Maret 1862 dengan gelar Panembahan Amirudin Mukminin dan mendapatkan gelar pahlawan nasional karena kegigihannya melawan penjajah pada tanggal 27 Maret 1968. Di Tanah Kampung Bayan Begok Sampirang tanggal 11 Oktober 1862, Pangeran Antasari menghembuskan nafas terakhirnya.

15. Kartini

Raden Adjeng Kartini atau Raden Ayu Kartini dilahirkan pada tanggal 21 April 1879 di Jepara dan wafat pada usia yang masih sangat muda yaitu umur 25 tahun pada tanggal 17 September 1879. Selama hidupnya, digunakan untuk memperjuangkan kaumnya agar setara dan dikenal dengan kebangkitan wanita pribumi pada saat itu.

Pahlawan nasional wanita ini menikah dengan seseorang yang sudah menikah dengan tiga wanita sebelumnya yaitu bupati rembang bernama Singgih Djojo Adhiningrat. Namun, beliau diberi kebebasan untuk mendirikan sekolah bagi wanita di komplek kabupaten Rembang yang saat ini dikenal dengan gedung Pramuka.

Beliau pindah ke Rembang dan berjuang di sana karena mengikuti suaminya yaitu Singgih Djojo Adhiningrat.

16. Mohammada Hatta

Mohammad Hatta yang sering dipanggil dengan Bung Hatta ini lahir di Kota Bukittinggi Sumatra Barat pada tanggal 12 Agustus 1902 dan menjadi wakil presiden pertama Republik Indonesia. Selain menjadi pahlawan nasional, beliau juga dikenal sebagai proklamator, wakil presiden, ekonom dan negarawan.

Ketika menjadi wakil presiden dengan Ir. Soekarno sebagai presidennya, beliau juga menulis buku yang membahas tentank koperasi dan membuatnya dijuluki bapak koperasi.

17. K.H Ahmad Dahlan

Nama asli dari pahlawan nasional Indonesia ini adalah Muhammad Darwis yang dilahirkan di Yogyakarta pada tanggal 1 Agustus 1868. Ayah beliau bernama K.H Abu Bakar dan memiliki tujuh saudara, sedangkan beliau sendiri adalah anak keempat.

Kemudian beliau menunaikan rukun Islam yang ke-5 pada saat umur 15 tahun dan sekalian belajar di sana sekitar 5 tahun. Setelah kembali ke tanah air, beliau mendirikan organisasi besar yang sekarang masih eksis yaitu Muhammadiyah pada tanggal 18 November 1912.

Muhammadiyah bukanlah organisasi politik, melainkan organisasi yang bergerak dalam bidang pendidikan. Beliau wafat pada umur 54 tahun pada tanggal 23 Februari 1923.

18. Laksamana Mala

 

Nama lengkap dari pahlawan nasional Indonesia ini adalah Malahayati atau Laksamana Malahayati dan menjadi Laksamana laut wanita pertama. Beliau merupakan pahlawan wanita ketiga yang berasal dari tanah Rencong Aceh dan dilahirkan pada tahun 1550 di Aceh.

Keberaniannya dalam melawan Belanda dan Portugis pada abad ke-16 sangat terkenal dan pernah menerima Lancaster duta utusan Ratu Elizabeth1 di Inggris. Laksamana Mala juga cakap dalam hal perundingan, tidak hanya tangguh dalam medan pertempuran saja.

Beliau wafat dan dimakamkan di Desa Lamreh Kecamatan Krueng Raya Kabupaten Aceh Besar pada tahun 1615.

19. Ki Hajar Dewantara

Nama lengkap Ki Hajar Dewantara adalah Raden Mas Soewardi Soerjaningrat yang lahir pada tanggal 2 Mei 1889 di Yogyakarta yang memperjuangkan rakyat pribumi untuk mendapatkan pendidikan layaknya priyayi dengan mendirikan Perguruan Tinggi Taman Siswa. Beliau wafat di yogyakarta umur 69 tahun pada tanggal 26 April 1959.

20. Lafran Pane

Lafran Pane adalah pahlawan nasional Indonesia sebagai pendiri Himpunan Mahasiswa Indonesia atau HMI sekaligus dinobatkan sebagai pemrakarsanya pada tahun 1974 di Bogor ketika Kongres HMI ke XI.

Tempat dan tanggal lahir beliau ada dua versi, yaitu di Padang Sidempuan pada tanggal 5 Februari 1922. Versi keduanya adalah di kampung Pangurabaan Kecamatan Sipirok di kaki gunung Sibualbuali ibu kota Tapanuli Selatan pada tanggal 12 April 1923.

Pahlawan yang wafat pada tanggal 24 Januari 1991 ini mendapatkan pendidikan di pesantren Muhammadiyah dan mendirikan HMI pada tanggal 5 Februari 1957.

21. Martha Christina Tiahahu

Pahlawan nasional Indonesia dari kaum wanita ini berasal dari tanah Maluku. Beliau lahir pada tanggal 4 Januari 1800 dan berani mengankat senjata untuk melawan senjata pada umur yang masih belia yaitu umur 17 tahun.

22. Iswahyudi

Iswahyudi adalah pahlawan nasional yang dilahirkan di Surabaya pada tanggal 15 Juli 1918 dan menjadi tokoh pada Angkatan Udara Indonesia. Beliau wafat ketika dalam pertempuran di Tanjung Hantu Malaysia dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia tepatnya tanggal 14 Desember 1947 dan di makamkan di makam pahlawan Kalibata.

23. Halim Perdana Kusuma

Halim Perdana Kusuma dilahirkan pada tanggal 18 November 1922 dari Jawa Timur. Tugas yang diembannya cukup banyak, diantaranya adalah mengatur siasat penyerangan udara, operasi penerbangan pembinaan wilayah, menerobos blokade musuh, membangun AURI di Sumatera dan banyak lagi lainnya.

Pahlawan nasional Indonesia ini berpangkat Perwira Operasi dan gugur ketika pulang dari luar negeri dalam usaha mencari bantuan pada tanggal 14 Desember 1947.

24. Wolter Monginsidi

 

Pahlawan nasional Indonesia ini berasal dari Sulawesi dan lahir di Malalayang Manado pada tanggal 14 Februari 1925. Karena keberaniannya melawan belanda dan mendirikan Laskar Pemberontak Rakyat Indonesia Sulawesi atau LAPRIS, beliau ditangkap dan dieksekusi mati.

Wolter Monginsidi ditangkap dan dieksekusi oleh belanda kemudian dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Panaikang Makassar pada tanggal 5 September 1949.

25. I Gusti Ngurah rai

I Gusti Ngurah rai adalah pahlawan nasional yang dilahirkan pada tanggal 30 Januari 1917 di Desa Carangsari Petang Badung bali dari TNI dengan pangkat Kolonel ANumerta I. Kemudian beliau wafat pada usia 29 tahun di Marga Tabanan Bali tanggal 20 November 1946.

26. Panglima Polim

Sri Muda Perkasa Muhammad Daud adalah nama lengkap dari pahlawan nasional Indonesia Panglima Polim. Beliau berasal dari Aceh dari kalangan bangsawan namun tidak diketahui tepat tanggal lahirnya. Ayahnya adalah Raja Kuala bernama Panglima Polem VIII dan kakeknya bernama Cut Banta.

 

27. Sultan Iskandar Muda

Kejayaan aceh dicapai pada masa kepemimpinan pahlawan nasional Indonesia bernama Sultan Iskandar Muda ini pada tahun 1607 sampai 1636 dan menjadi Sultan terbesar. Pada masa ini Aceh menjadi pusat perdagangan dan pendidikan Agama Islam sehingga namanya juga diabadikan di Nangroe Aceh Darussalam menjadi nama Bandar Udara Internasional.

sumber:artisanalbistro

Kolom Komentar