SEKOLAH INKLUSI

Pendidikan tidak mengenal batas usia dan diskriminasi, termasuk pada Anak dengan Disabilitas (AdD). Mereka tetap harus bersekolah selayaknya anak-anak pada umumnya supaya mereka mendapat hak pembelajaran dan masa depan yang sama. Untuk itulah tersedia Sekolah Luar Biasa (SLB) sebagai tempat pendidikan bagi AdD. Bahkan di tahun 2003, opsi sekolah bertambah lagi, yakni sekolah inklusi. Sekolah inklusi merupakan sekolah reguler yang menerima AdD sebagai siswanya. Untuk itu, tak sembarang sekolah reguler ditunjuk pemerintah untuk menjadi sekolah inklusi.

Terdapat beberapa hal yang harus dipenuhi sekolah untuk menjadi sekolah inklusi. Hal-hal tersebut meliputi lingkungan yang kondusif untuk AdD, guru inklusi sebagai tenaga pendidik, dan fasilitas lainnya. Pada dasarnya, sekolah inklusi membukakan peluang bagi AdD untuk belajar bersama anak-anak reguler lainnya. Namun, banyak yang mempertanyakan perbedaan sekolah inklusi dan SLB, khususnya para orangtua. Haruskah anak mereka disekolahkan di SLB atau sekolah inklusi? Simak ringkasan berikut tentang perbedaan kedua sekolah tersebut.

Perbedaan Mendasar

  1. Sekolah inklusi baik untuk AdD yang memiliki kemampuan kognitif cukup bagus. Namun jika kemampuannya di bawah rata-rata, lebih baik AdD bersekolah di SLB.
  2. Sekolah inklusi memperlakukan AdD sama dengan anak-anak reguler dengan pembelajaran dan lingkungan yang sama. Sedangkan SLB di-setting sedemikian rupa untuk AdD dari mulai guru, konstruksi gudang, atau juga cara berkomunikasi.

Pada kesimpulannya, AdD yang dimasukkan sekolah inklusi harus kuat secara kognitif karena jika tidak mampu mengimbangi bisa menimbulkan depresi. Sekolah inklusi juga telah lama diterapkan di negara-negara lain seperti Jepang, Amerika, dan Eropa. Disarankan semua guru inklusi melalui pelatihan khusus untuk hasil yang lebih baik.

Was this helpful?

0 / 5 3

2 thoughts on “Mengenal Perbedaan Sekolah Inklusi dan Sekolah Luar Biasa (SLB)

  1. Khasanah says:

    Anak dg Disabilitas harus lebih di perhatikan dlm pendidikannya melalui bidang pengembangan nilai agama moral, sosial emosional,Bhs kognitif,dan fisik motoriknya agar menjadi tumbuh anak yg berkarakteristik lebih baik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *